Ibu Mengawali Perayaan
Ibu atau pun sebutan yang setara dengan itu pemilik sumber kasih yang amat dalam lagi luas mengitari keluarga. Saya mencoba mengunjungi dan membagikan suasana subuh, bagi beliau itu laksana alarm, disingkirkannya hawa dingin yang meringkuk tubuhnya. Beranjak lalu membuka keran aktivitasnya. Ritual ibadah menjadi penanda hari-hari hebat yang akan dilaluinya. Tak kunjung lama suasana dapur akan hangat, kepulan asap membubungi langit-langit rumah, beriringan dengan embun diluaran sana, lalu menyapa matahari yang baru bangun kayaknya. Hidangan itu tersaji di dapur, dari makanan berat juga ditemani kudapan, kalau orang Makassar menyebutnya sebagai kanre jawa. Selain unsur makanan yang membuat kami sedikit kokoh diluaran sana, saya yakin pula bahwa itu karna berkat sajian keyakinannya untuk menemani anak-anaknya menjangkau harinya. Kami juga melihat, perempuan dalam hal ini Amma (baca:ibu) mempunyai keunggulan yang nampaknya tak dimiliki banyak laki-laki, bagaimana mereka bisa mengerjak...