Perengkuh Senyum Keindahan
Menggali ingatan, menulusuri potongan-potongan kenangan tatkala menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN). Beberapa kali pertemuan itu berlangsung entah dia yang bertandang ke posko saya atau pun saat saya yang berkunjung ke poskonya, dibawah oleh teman satu jurusannya. pertemuan pertama sering kali mengesankan menawarkan kerinduan untuk bertemu sesering mungkin. Jarak yang cukup jauh dari poskonya membuat pertemuan menjadi berharga atau ibarat emas 24 karat, laah. Dirinnya perengkuh senyum keindahan. Elok, dengan mata yang hampir tertutup ketika terhampar kelucuan, bicaranya adalah keseruan, jenis suaranya yang cocok untuk menjadi pemecah keheningan, sedikit cempreng sejalan dengan itu gerakannya adalah kelincahan, zigzak. Tawaran atau lebih tepatnya ejekan manja dari kawan-kawan se-jurusannya untuk mencoba melakukan pendekatan atau lobi-lobi yahutdd menjadi support system yang patut disyukuri. Seiring berjalannya waktu saya pun tidak terlalu merespon untuk mengambil langkah berani guna...