Ibu Mengawali Perayaan
Ibu atau pun sebutan yang setara dengan itu pemilik sumber kasih yang amat dalam lagi luas mengitari keluarga. Saya mencoba mengunjungi dan membagikan suasana subuh, bagi beliau itu laksana alarm, disingkirkannya hawa dingin yang meringkuk tubuhnya. Beranjak lalu membuka keran aktivitasnya. Ritual ibadah menjadi penanda hari-hari hebat yang akan dilaluinya. Tak kunjung lama suasana dapur akan hangat, kepulan asap membubungi langit-langit rumah, beriringan dengan embun diluaran sana, lalu menyapa matahari yang baru bangun kayaknya.
Hidangan itu tersaji di dapur, dari makanan berat juga ditemani kudapan, kalau orang Makassar menyebutnya sebagai kanre jawa. Selain unsur makanan yang membuat kami sedikit kokoh diluaran sana, saya yakin pula bahwa itu karna berkat sajian keyakinannya untuk menemani anak-anaknya menjangkau harinya. Kami juga melihat, perempuan dalam hal ini Amma (baca:ibu) mempunyai keunggulan yang nampaknya tak dimiliki banyak laki-laki, bagaimana mereka bisa mengerjakan dua, tiga atau bahkan lebih dari itu secara bersamaan. Cekatan dan gesit membereskan sesuatu. Emesing
Selamat hari Ibu, yang selalu mengiringi harimu. Saya ingin bercerita sedikit, pada suatu waktu beberapa teman saya berkunjung kerumah, ditengah terik matahari mereka disuguhi minuman model sprite. Tanpa mengambil waktu yang lama mereka lalu menyesepnya, pastinya setelah dipersilahkan. kemudian saya sendiri minum yang paling akhir dan rasa minumannya bikin saya tercegat, ada yang berbeda daripada sprite umumnya dan benar saja sprite ini telah dicampur air. Lalu Amma' saya datang kembali membawa pisang goreng, barulah cerita itu menyembur setelah saya mencoba bertanya, apakah sprite ini telah dicampur air? Amma' saya dengan tegas mengatakan iya, sekiranya dia mengira seperti sirup yang lebih enak diminum kalau dicampur air.
Bersama Amma' kami semua tertawa diruangan tersebut. Dan kami melihat bagaimana gerombolan anak-anak muda itu tetap melindungi perasaan dan menghargai orang tua, terlebih Amma' kita masing-masing pastinya.
Komentar