Tumpahnya Keresahan

Telah lama rasanya, untuk mengungkit aktivitas menulis. Ibarat menggali sumur, saya masih di lapisan tanah pertama dan terlampau lama istrahat untuk melanjutkan. Lapangan kehidupan yang menjejalkan berbagai cerita layak untuk dilukiskan diatas kertas laptop. Berbagai macam buku yang saya anggap sebagai petunjuk bagaimana menggerakkan sampai menggairahkan sumbuh aktivivitas menulis ini seringkali redup atau dikalahkan oleh rasa malas. Oh, sebenarnya tidak malas. Tapi rajinnya cukup salah arah sering nomaden ke sosial media sampai hape kepanasan. 

Menulis bukan perkala sulit, namun bukan perkara mudah pula, apalagi untuk menghasilkan tulisan yang bergizi lagi bermakna. Namun hamparan nasehat, senatiasa menekankan satu pondasi kokoh bahwa seribu langka, selalu dimulai dengan langkah pertama. Jreng...

Tertanggal 20 September 2022 saya merakit tekad untuk menulis dan meluaskan waktu sehari untuk menulis apa pun yang menghampiri kehidupan saya. Kalangan penulis suhu, memberikan arahan sederhana bahwa untuk memulai menulis bisa dimulai dengan mengambil kegiatan sehari-hari. Hal ini dianggap manjur untuk menciptakanan kebiasan yang baik dan produktif.

Setelah saya amati atau bahasa lainnya saya melakukan penilain diri sendiri, saya tersandung karena menunda waktu atau meloloskan waktu lewat begitu saja alias menyia-nyiakan nikmat kesempatan yang di berikan oleh Allah yang maha kuasa. Kata nanti senantiasa mengakrapi diri saya, menjadi obat penenang yang sebenarnya tidak tenang-tenang amat siih.

Keresehan menyeruak di rongga dada saya, tiap kali membaca buku. Para penulis dengan kejeniusan mampu meramu untain kata menjadi suatu bacaan yang mampu mengubah pikiran sampai keadaan. Saya sendiri termasuk aktif membaca setelah ada aplikasi Ipusnas yang menghadirkan banyak buku bacaan. Saat masa kuliah membaca rasanya sangat jarang saya lakukan. Saya melewatkan begitu saja, tapi yaa sudahlah tidak ada yang perlu diratapi terlalu dalam nanti tenggelam. Hehehe

Sampai malam ini sampai disitu dulu curahannnya, kalau rame lanjut episode selanjutnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ibu dan hidangan kasih sayang

Mengutarakan Pendidikan