PPG HARI KE 2 dan KEBERUNTUNGAN BERLIPAT GANDA

Pagi, terbangun dengan waktu yang menunjukkan pukul 08:29 WITA. Secara hitungan jelas, saya sudah terlambat dari jadwal mata kuliah kewirausahaan, sesuai jadwalnya pukul 08:00 WITA. Sebelum beranjak mandi, ternyata dosennya belum masuk, info grup wa, bahkan beliau menyampaikan pula baru menuju ruang perkuliahan. Sementara waktu saya merasa beruntung bin bahagia, ini berarti bahwa saya mempunyai kesempatan untuk sesegara mungkin bergegas ke kampus.

Mandi ala wc umum saya gunakan, maksudnya gerakan cepat hadir dibilik tersebut. Setelah, pagar dikunci, motor melaju di jl. Toddupuli raya tanpa hambatan berarti, sampailah pada parkiran kampus. Saya membuka jaket, lalu melipat dan memasukkan di ruanag bagasi motor. Kami kuliah di ruang ict Phinisi UNM. Sebuah gedung dengan rancangan, layar phinisi kebanggaan masayarakat Sulawesi Selatan. Ooow iya, mahasiwa aktif hingga non aktif UNM sendiri sering bergurau bahwa ini persiapan untuk banjir, mengingat kota Makassar akrab dengan air yang bertumpuk.

Menghadap ruang pintu kelas, mengatur nafas setelah melawati anak tangga. Whaa, keberuntungan berpihak, dosennya pun belum hadir juga. Ruang kelas telah terisi, mahasiswa PPG dengan tertib duduk manis manja grup menunggu kedatangan dosen tersebut. 

Beberapa menit saya duduk, dosen bernama Ibu Risma hadir membuka pintu yang otomatis akan tertutup sendiri, pintu jomblo. Pendahuluan salam, selanjutnya membuka pintu maaf atas keterlambatannya. Beliau mengajar dengan baik dan memancing pikiran mahasiswa guna bersuara di ruang kelas. Beliau sebagai dosen, menurutku memiliki warna tersendiri dalam mengajar, hingga kami antusias mengikuti mata kulihanya. 

Mata kuliah kewirausahaan ini, bagian daripada visi-misi UNM. Mewujudkan mahasiswa atau pun calon guru profesional mendulang  jiwa kewirausahaan. Lalu, apakah mata kuliaah ini mengajak para calon guru profesional untuk menjadi pengusaha? sejenak barangkali kita bisa berfikiran apa urgensinya mata kuliah ini bagi mahasiswa PPG? Hal ini bisa menimbulkan keresahan, lebih tepatnya kekhawatiran, bilamana calon guru profesional ini melalaikan tugasnya sebagai guru pro dengan lebih menitik beratkan pada usaha atau jadi pengusaha. Namun, beliau dengan cermat menjelaskan, bahwa kalau pun dua-duanya bisa dijalankan dengan tanggung jawab, kenapa tidak? 

Ibu dosen dalam penekanannya paling tidak, bahwa mata kuliah ini ingin menyampaikan saluran nilai kreativitas dan mindset dalam dunia usaha, hal ini bisa kita bawa pada saat pengajaran atau pun proses pembelajaran peserta didik. Diharapkan kita mampu menghadirkan paradigma baru pendidikan yang bertumpu pada kolaborasi, kreativitas, eksplorasi dan critical thinking. 

Tidak terasa, bahwa waktu mata kuliah tersebut bertemu babak habis, salah satu penyebabnya karena saya merasa Ibu dosen sangat baik dalam menyampaikan materinya dan pengelolaan kelasnya yang bahagia. Beliau pamit dan InsyaAllah jumat depan kembali bertemu.

Satu persatu mahasiswa PPG keluar kelas, ada yang pulang, cari makan, dan cari cewek atau lawannya hehehe. Saya sendiri bersama teman memilih pulang ke base camp (sebutan untuk rumah kami di PPKn UNM). Lalu kegusaran muncul, pada saat saya mencari kunci motor, saya segera bergegas ke parkiran dengan dugaan tertinggal di motor yang dengan itu besar kemungkinan, potensi untuk hilang, digondol maling. Saya terhenyak, Alhamdulillah motor saya ada, lengkap dengan helmnya doong. Namun kuncinya, tidak tertancap disana.

Saya kemudian, mencoba mengingat-ngingat sembari menyusuri jalan yang saya lewati sewaktu menghadap kelas. Ditengah pencarian itu, saya singgah di pos satpam menanyakan kunci motor saya dan benar saja, keberuntungan masih menghadap kami, kunci motor itu telaah diamankan oleh seseorang satpam, terima kasih banyak pak. Keberuntungan datang berkali-kali sesuai kehendaknya, saya hanya berfikir ini teguran kepada saya untuk lebih berhati-hati dan mensyukuri dan menjaga materi yang ada. ALHAMDULILLAH.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ibu dan hidangan kasih sayang

Mengutarakan Pendidikan